Promo

Tampilkan posting dengan label Cloud. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Cloud. Tampilkan semua posting

20.2.13

Memasang SkyDrive di Office 2013

Menggunakan Microsoft Office 2013, akan lebih sinergi bila media penyimpanan pun diletakkan di cloud milik Microsoft, yaitu SkyDrive. Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, menginstal aplikasi desktop sehingga SkyDrive terintegrasi dengan Windows Explorer. Kedua, dengan meletakkan SkyDrive pada lokasi Open File Microsoft Office.

Kali ini, saya akan mencoba cara kedua.

Buka Microsoft Office Word 2013. Klik Open Other Documents.

clip_image002

Klik Add a place.

clip_image004

Pilih SkyDrive.

clip_image006

Masukkan username dan password lalu klik Sign In.

clip_image008

Lokasi folder sudah terpasang.

clip_image010

Jika di komputer Anda bisa menginstal SkyDrive versi desktop, cara ini tidak dianjurkan, karena ketika saya mencobanya, ada proses download dari SkyDrive. Bila menggunakan SkyDrive versi desktop, bisa langsung dibuka di Windows Explorer seperti membuka file biasa. Sinkronisasi bisa diatur manual bila ingin menghemat bandwidth.

clip_image012

4.1.13

Ngeprint dokumen via internet

Ada dokumen kantor yang diminta segera diprint? Padahal Anda sedang ada di luar kantor. Supaya tidak merepotkan orang lain, Anda bisa ngeprint dokumen dari jarak jauh. Tentu saja, biasakan menyimpan dokumen di layanan Cloud supaya mudah digunakan kapan saja dengan perangkat apapun.

Kali ini, saya akan mencoba memanfaatkan Google Drive untuk ngeprint jarak jauh. Caranya sebagai berikut.

Buka Google Chrome lalu buka Settings (di address bar buka chrome://chrome/settings/).

Klik Show advanced settings...

Klik Add printers di bagian Google Cloud Print.

clip_image002

Jika belum login, Anda akan diminta memasukkan username dan password yang digunakan di Google Drive. Jika sudah, klik Add printer(s).

clip_image004

Klik Manage your printers.

clip_image006

Daftar printer akan muncul tergantung seberapa banyak printer yang terinstal di komputer/laptop Anda. Sebaiknya, Anda menginstal ini di komputer server (pusat) yang terhubung dengan printer secara langsung.

clip_image008

Saya akan mencoba ngeprint di iPad.

Masuk ke Google Drive lalu pilih dokumen yang akan dicetak.

Tap menu Print.

clip_image010

Tap printer yang untuk mencetak.

clip_image012

Tunggu proses antrian beberapa saat. Ketika saya mencobanya, tidak lebih dari 5 menit, printer sudah mencetak. Karena via internet, lama proses mencetak tentu bisa bervariasi.

clip_image014

21.12.12

Membuat dokumen baru di CloudOn

Selain mengedit dokumen yang sudah ada, di CloudOn juga kita bisa membuat dokumen baru, baik Word, Excel, maupun PowerPoint. Nantinya file disimpan di layanan cloud yang kita pilih. Cara membuat dokumen baru sebagai berikut.

Tap ikon pensil lalu tap jenis dokumen yang akan dibuat. Misalnya, Microsoft Word.

clip_image002

Ketik nama file lalu tap New.clip_image004

Mulailah mengetik. Secara berkala, CloudOn akan menyimpan otomatis dokumen yang kita buat, sehingga kita tidak perlu takut kehilangan dokumen yang baru saja dibuat.

clip_image006

clip_image008

Seketika dokumen bisa dilihat di layanan cloud yang kita pilih. Pada contoh ini, saya memilih Dropbox. Jika sudah masuk Dropbox, otomatis bisa dibuka di semua perangkat yang menginstal aplikasi ini.

clip_image010

19.6.12

Hemat data saat menggunakan Dropbox

Pertama kali menginstal Dropbox, ada pilihan apakah akan otomatis mengupload foto yang ada di album menggunakan Wi-Fi atau data. Jika kita memilih Wi-Fi & Data, otomatis kapanpun kita memotret menggunakan handphone Android, akan diupload ke Dropbox. Dengan demikian, foto tersebut bisa dibuka saat itu juga di perangkat lain. Namun, tentu saja ini akan memboroskan data, apalagi foto yang dihasilkan memiliki resolusi tinggi. Jika Anda ingin menghemat paket data, sebaiknya diubah ke Wi-Fi saja untuk mengupload foto.

Caranya sebagai berikut.

  • Buka Dropbox, lalu tap menu > Settings.

clip_image002

  • Tap Upload using.

clip_image004

  • Tap Wi-Fi only.

clip_image006

Kini, foto hanya akan diupload ketika handphone terhubung ke internet via Wi-Fi.

clip_image008

7.6.12

Cloud Computing; Google Drive ngasih 5 GB

Punya akun Google? Pernah menggunakan Google Docs? Seiiring perkembangan Cloud Computing, Google pun mengubah Google Docs menjadi Google Drive. Bagi yang belum tahu, Anda bisa login ke Google Docs lalu upgrade ke Google Drive. Jika sudah, mau masuk melalui Google Docs maupun Google Drive, otomatis akan diarahkan ke Google Drive.

Seperti yang saya jelaskan pada artikel sebelumnya, dengan Cloud Computing, kita bisa menyimpan file di perangkat manapun dan bisa dibuka di perangkat lain kapanpun kita mau. Dengan koneksi internet yang lancar, seketika kita bisa membukanya bila proses sinkronisasi sudah selesai.

Kali ini, saya akan mencoba menginstal Google Drive di laptop sehingga bisa sinkronisasi dengan semua aplikasi yang saya gunakan di handphone maupun tablet.

  • Login ke Google Drive/Google Docs lalu klik Download Google Drive for PC.

clip_image002

  • Klik Accept and Install.

clip_image004

  • Tunggu proses download dan instalasi.

clip_image006

  • Klik Close.

clip_image008

  • Login dengan akun Google Anda.

clip_image010

  • Klik Next.

clip_image012

  • Klik Start sync.

clip_image014

Jika sudah ada file di Google Drive, di Windows Explorer akan langsung muncul.

clip_image016

Selanjutnya, kita tinggal Copy – Paste seperti biasa bila ingin menyimpan file di Google Drive. Tunggu proses sinkronisasi. Setelah selesai, file tersebut bisa dibuka di handphone, tablet, maupun perangkat lainnya.

5.6.12

Cloud Computing; apakah masih perlu flashdisk?

Harga harddisk, baik eksternal maupun internet semakin murah. Begitu juga dengan flashdisk. Apa saja penyebab semakin murahnya komponen tersebut? Apakah kualitas? Kuantitas? Kemasan? Atau ada media lain yang lebih praktis?

Saya tidak begitu memerhatikan masalah hardware maupun kemasan. Namun, yang menarik bagi saya adalah dengan hadirnya cloud computing. Secara sederhana, kita tidak perlu lagi membeli flashdisk untuk menyimpan data. Tidak perlu takut hilang, kecuali lupa password atau webnya yang ditutup. Bisa langsung dibuka, baik di komputer, laptop, handphone, tablet, maupun media lain yang bisa membukanya. Tentu saja, harus terhubung ke internet.

Saat ini, banyak yang menyediakan media penyimpanan di internet. Google drive, iCloud, Dropbox, dan lain sebagainya.

Pada contoh kali ini, saya akan memperlihatkan bagaimana sebuah file yang disimpan di satu tempat, bisa dibuka di berbagai tempat, melalui Dropbox. Anda bisa mendaftarnya di sini. Instal Dropbox untuk desktop yang nantinya akan terintegrasi dengan Windows Explorer. Instal juga Dropbox di handphone maupun tablet yang Anda gunakan.

Saya mencoba menggunakan Dropox di Windows Explorer.

Salin salah satu file atau folder.

clip_image002

Paste di Dropbox (bisa langsung atau dengan membuat folder terlebih dahulu).

clip_image004

Tunggu proses sinkronisasi. Lama proses sinkronisasi tergantung kapasitas file dan koneksi internet.

clip_image006

Jika sudah selesai, ikon file akan bertanda √ (ceklis).

clip_image008

Sekarang, file bisa dibuka di manapun. Berikut ini file bila dibuka di handphone (Android).

clip_image010

File bila dibuka di tablet (iPad).

clip_image012

Bila dibuka di browser.

clip_image014

Sederhana, bukan? Tidak perlu lagi colok cabut flashdisk. Bisa dibuka di mana saja dan kapan saja. Apakah era flashdisk/harddisk akan berakhir?